Administrasi Oracle

Oracle memiliki pengaturan parameter instance (Pfile). Sejak Oracle 9i keluar maka diperkenalkan pengaturan tersebut bertype bynari (spfile).

Di Unix family, init file ada di directory $ORACLE_HOME/dbs. Sedangkan di Windows ada di folder %ORACLE_HOME%\database.

Format nama file:
1. Pfile: initNAMAINSTANCE.ora
Di Unix, nama instance adalah case sensitive, instance dataku berbeda dengan DATAKU. Pfile untuk instance dataku adalah initdataku.ora. Dan Pfile untuk instance DATAKU adalah initDATAKU.ora
Sedangkan di Windows, nama init file tidak case sensitive, instance dataku ya sama saja dengan DATAKU. Kalau kita membuat database dengan dbca, initfile yang terbentuk adalah INITdataku.ORA. Kalau file ini diganti dengan initDATAKU.ora yang tidak apa-apa, Windows gitu lho!
2. Spfile: spfileNAMAINSTANCE.ora
Sama seperti pfile, case sensitive di Unix dan tidak case sensitive di Windows.

Cara membuat initfile:
1. pfile
Dibuat secara manual pakai text editor , contoh: notepad di Windows dan vi di Unix. Bisa juga dibuat berdasarkan content spfile yang sudah ada. SQL> create pfile from spfile;
2. spfile
Spfile tidak bisa dibuat dengan text editor sebagimana membuat pfile. Tentu saja, file
binary tidak bisa dibuat (diedit) dengan text editor. Spfile hanya bisa dibuat dengan
cara berikut ini (content-nya diambil dari pfile yang sudah ada):
SQL> create spfile from pfile;
By default, kalau ada spfile maka ketika startup Oracle akan membaca parameter dari spfile.
Kalau tidak ada spfile, Oracle membaca pfile. Kalau tidak ada kedua-duanya, instance tidak
bisa di-startup.
SQL> startup
ORA-01078: failure in processing system parameters
LRM-00109: could not open parameter file
‘/mnt01/oracle/10.2.0.3/dbs/initDATAKU.ora’

0 comments: